POLTEKKESKESBA.AC.ID – Tata cara penulisan jurnal penelitian sering kali membuat teman-teman guru/dosen mengalami kebingungan, padahal di era baru pendidikan kita sekarang menuntut jurnal sebagai syarat utama dalam berbagai moment seperti kenaikan pangkat, penilaian kinerja dll.
Tiap jurnal yang terbit pun tidak terlepas dari beberapa kaidah atau aturan yang berbeda-beda, tergantung porsi yang diinginkan penerbit. Kali ini penulis ingin mencoba berbagi sedikit pengetahuan bagaimana cara dan prosedur dalam penulisan jurnal. Sebelum kita lebih jauh membahas tentang pembuatan jurnal lebih baik kita kenalan dulu.
Pengertian jurnal adalah sebuah publikasi periodik dalam bentuk artikel yang diterbitkan secara berkala, dalam hal ini biasanya jurnal diterbitkan pada interval waktu tertentu seperti setiap 4 bulan atau setiap 1 tahun. Jurnal memiliki beberapa jenis yang diantaranya adalah Professional or Trade Journals, Popular Journals, dan Scholarly Journals. (wikipedia)
Pada umumnya jurnal memiliki cakupan materi yang luas namun sangat padat, hanya terdiri dari 6 hingga 8 halaman, namun di setiap kalimatnya bernilai ilmu pengetahuan. Tujuan pembuatan jurnal adalah untuk mengembangkan sebuah penelitian yang telah dituliskan serta menjadi acuan untuk para peneliti lainnya sedang melakukan kegiatan penelitian yang sejenis.
Jurnal pada umumnya berisi sejumlah referensi yang menjadi rujukan penulisan tiap artikel. Jenis artikel yang ditulis tak sebatas laporan penelitian, namun bisa pula berupa review literatur.
1. Judul
2. Abstrak
3. Pendahuluan
4. Bahan dan Metode
5. Hasil
6. Pembahasan
7. Kesimpulan
8. Daftar Pustaka
1. Judul
Setiap jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Dengan membaca judul, akan memudahkan pembaca mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca keseluruhan dari jurnal tersebut. Judul tidak boleh memiliki makna ganda. Disarankan tidak boleh lebih dari 12 kata jurnal berbahasa Indonesia dan lebih dari 10 kata jurnal berbahasa Inggris. Judul ditulis di tengah atas halaman, menggunakan huruf kapital, dan dicetak tebal.
2. Nama
Nama Penulis, Nama Pembimbing I, Nama Pembimbing II, tanpa gelar akademik dianjurkan disertai nama lembaga (afiliasi : nama prodi, fakultas, dan universitas), serta dianjurkan menyertakan alamat dan email.
3. Abstrak
Abstrak berbeda dengan ringkasan. Bagian abstrak dalam jurnal ilmiah berfungsi untuk mencerna secara singkat isi jurnal. Abstrak di sini dimaksudkan utnuk menjadi penjelas tanpa mengacu pada jurnal. Bagian abstrak harus menyajikan sekitar 250 kata yang merangkum tujuan, metode, hasil dan kesimpulan. Jangan gunakan singkatan atau kutipan dalam abstrak. Pada abstrak harus berdiri sendiri tanpa catatan kaki. Abstrak ini biasanya ditulis terakhir. Cara mudah untuk menulis abstrak adalah mengutip poin-poin paling penting di setiap bagian jurnal. Kemudian menggunakan poin-poin untuk menyususn deskripsi singkat tentang jurnal yang telah dibuat. Penulisan abstrak diketik menggunakan 1 spasi.
4. Kata Kunci
Kata kunci sebanyak 3-5 kata, diambil dari inti yang akan dibahas dalam penelitian.
5. Pendahuluan
Pendahuluan berisi latar belakang mengapa penelitian dilakukan, uraian permasalahan yang akan diteliti, dikaitkan dengan teori, dan diakhiri dengan tujuan dilaksanakan penelitian tersebut. Penulisan diketik dengan 2 spasi, kurang lebih 4-6 halaman.
6. Metode Penelitian
Bagian ini menjelaskan ketika percobaan telah dilakukan. Peneliti menjelaskan desain percobaan, peralatan, metode pengumpulan data, dan jenis pengendalian. Jika percobaan dilakukan di alam, maka penulis menggambarkan daerah penelitian, lokasi, dan juga menjelaskan pekerjaan yang dilakukan. Aturan umum yang perlu diingat adalah bagian ini harus memaparkan secara rinci dan jelas sehingga pembaca memiliki pengantahuan dan teknik dasar agar bisa dipublikasikan. Penulisan Metode diketik dengan 2 spasi, kurang lebih 1 halaman.
7. Pembahasan/Hasil Pembahasan
Pembahasan dapat dibagi dalam beberapa sub bagian. Diketik dalam 2 spasi. Penulisan kurang lebih 4-6 halaman. Dalam pembahasan membandingkan hasil penelitian dengan model atau teori yang diacu, dan menghubungkan hasil penelitian Anda dan penelitian sebelumnya dengan menunjukkan persamaan dan membahas perbedaannya. Pembahasan digunakan untuk hasil penelitian kualitatif, sedangkan Hasil dan Pembahasan digunakan untuk hasil penelitian kuantitatif.
8. Simpulan
Dalam simpulan yang dibahas pembuktian hipotesis dari penelitian, ditulis ringkas yang memuat informasi yang cukup sehingga pembaca mengetahui bahwa telah membuktikan hipotesis yang telah dilakukan dan dalam mengetahui kelebihan dan kekurangan metode. Dan biasanya terdapat saran yang berisi kemungkinan penelitian lebih lanjut, dan potensi-potensi yang dimiliki metode yang dipakai dapat dimasukkan.
9. Daftar Pustaka
Daftar pustaka pada karya ilmiah ditulis langsung setelah teks berakhir (tidak perlu ganti halaman baru), sedangkan daftar pustaka pada makalah, buku, atau penelitian ditulis dengan berganti halaman baru. Jenis penulisan daftar pustaka diberi judul DAFTAR PUSTAKA, dicetak tebal dengan huruf tegak, kapital semua.
Unsur yang ditulis dalam daftar pustaka secara berturut-turut meliputi: (1) nama pengarang ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk subjudul, (4) tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit. Unsure-unsur tersebut dapat bervariasi bergantung kepada jenis sumber pustakanya.
Selamat menulis!!
Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Jurnal_ilmiah
https://edukasi.kompas.com
http://eviwijaya29.blogspot.com
Bandarlampung- Bentuk kerjasama tridharma perguruan tinggi selain pemberkasan implementasi kerjasama yang tertuang dalam berkas tersebut harus dilaksanakan secara benar dan berkelanjutan guna peningkatan kualitas perguruan tinggi maupun penguatan kemitraan dalam bidang tridharma bagi dosen maupun mahasiswa Sehingga pada hari ini Jumat di Laboratorium Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Kesehatan Kesuma Bangsa Polkesba dilaksanakan Bimbingan Teknis Bimtek aplikasi rekam medis elektronik oleh Fakultas Teknologi dan Informatika Universitas Aisyah Pringsewu UAP Dalam sambutannya Wakil Direktur Bidang Akademik Polkesba Dr Ruth Rize Paas Megahati S S Pd M Si menyampaikan rasa terima kasih atas kehadirannya dan Dia berharap kegiatan bimbingan teknis ini dapat bermanfaat untuk Polkesba dan khususnya Prodi DIV Manajemen Informasi Kesehatan sekaligus implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka MBKM ldquo Saya ucapkan Terima kasih atas kehadirannya semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi setiap prodi apakah dalam pengembangan laboratorium kami maupun dalam implementasi MBKM nantinya rdquo ujarnya Dilain hal Kepala ICT dan Pusat Data...
Istilah-Istilah di Dunia Kampus yang Harus Diketahui Mahasiswa Baru KTM ldquo Kartu Tanda Mahasiswa rdquo Gak usah dijelasin lagi pun kamu pasti tau kalo itu mirip dengan Kartu Siswa yang kamu terima di SMA Kartu itu harus dijaga baik-baik karena dibutuhin ketika kamu mau minjem buku perpus naik sepeda kampus berobat gratis di pusat kesehatan mahasiswa atau memakai fasilitas lain di kampus KRS Merupakan singkatan ldquo Kartu Rencana Studi rdquo Ibarat di restoran KRS adalah kertas ldquo order food rdquo yang diberikan waiter waitress untuk diisi pelanggannya Nah kamu harus mengisi KRS dengan matakuliah-matakuliah yang mau diambil semester itu Sebelum kampus-kampus menerapkan sistem online KRS secara harfiah merupakan kartu Bentuknya kayak formulir gitu Sekarang hampir tiap kampus udah punya KRS online yang memudahkan mahasiswanya mengatur jadwal studi dari rumah SKS Merupakan singkatan dari ldquo Satuan Kredit Semester rdquo Benda apa itu Itu adalah bobot pendidikan tiap mata kuliah Masih bingung...
Bandar Lampung ndash Alat hibah bantuan dari Dirjen Vokasi melalui Program Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi PTS PPPTV-PTS Tahun telah di terima di Kampus Poltekkes Kesuma Bangsa pada Jumat amp September Terdiri dari unit Mikroskop Trinokuler unit Kamera unit Mikroskop Binokuler dan unit Furnace Kemudian segera dilakukan pengcekan dan instalasi oleh Kepala Lab dan tim serta di saksikan oleh Ketua Yayasan Kesuma Bangsa dan Wakil Direktur I Poltekkes Kesuma Bangsa ldquo Berharap kedepannya alat ini akan berguna untuk pembelajaran praktik mahasiswa ataupun masyarakat umum yang membutuhkan rdquo ucap Kepala Lab Gustiadi Saputra S Tr A K M Imun Wakil Direktur I Taufik Rahman M T mengungkapkan rasa syukur dan berharap semoga kedepannya Poltekkes Kesuma Bangsa tetap di beri amanah oleh Dirjen Vokasi untuk program-program penguatan pendidikan selanjutnya...
Copyright © 2024 Politeknik Kesehatan Kesuma Bangsa. All rights reserved.